DaerahNasionalPasaman BaratPendidikanTerkini

MOU SMKN 1 SASAK RANAH PASISIE DAN BP3MI SUMATERA BARAT TEGUHKAN KOMITMEN PENINGKATAN KUALITAS TENAGA KERJA LOKAL

Padang, wahanamediapendidikan.com–– SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, hari ini secara resmi menjalin perjanjian kerja sama (nota kesepahaman/Memorandum of Understanding) dengan Kepala Balai Pelayanan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sumatera Barat. Penandatanganan MOU ini digelar di Kantor BP3MI Sumatera Barat di jalan. Rasuna Said. No. 62 Jati Baru kota Padang , dihadiri oleh Kepala SMK Dr. Desman, S.PdI, MA, perwakilan BP3MI Sumatera Barat Jupriyadi Rabu,( 15/04/2026) berlangsung Tertib

Jupriyadi Kepala BP3MI Sumatera Barat Jupriyadi Mengatakan Kepada Media “Kerja sama ini dimaksudkan untuk memperkuat sinergi dalam peningkatan kualitas dan kompetensi peserta didik SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, khususnya dalam persiapan memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Melalui BP3MI Sumatera Barat, siswa akan diberikan informasi, pelatihan, dan pendampingan terkait penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) yang aman dan terlindungi “Ujar Jupriyadi.

Tidak hanya siswa, kerja sama ini juga membuka peluang bagi tenaga pendidik dan alumni SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie untuk memperoleh program orientasi, pelatihan, dan bimbingan penempatan yang sesuai dengan standar nasional dan internasional.

Bentuk dan ruang lingkup kerja sama Ruang lingkup kerja sama yang tercantum dalam MOU meliputi: Pelatihan, penyaluran dan Pelindungan Pekerja Migran, Memberikan informasi peluang kerja keluar Negeri yg dilindungi oleh Pemerintah Secara Resmi
, Kerjasama penyaluran Pekerja Migran melalui program G to G. Penyediaan informasi dan sosialisasi peluang kerja di luar negeri secara terbuka dan transparan.

Pemberian pelatihan dan bimbingan keterampilan, pelatihan bahasa, serta orientasi pra penempatan bagi calon pekerja migran yang berasal dari siswa dan alumni SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie.

Pendampingan dan fasilitasi dalam proses verifikasi dokumen, perlindungan hukum, serta pendampingan bagi calon PMI yang akan bekerja di luar negeri.Pengembangan program pelatihan berbasis kompetensi yang sejalan dengan standar BP3MI dan kebutuhan pasar kerja global.

Kepala SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie Dr.Desman,S.P.d.I, MA. menyampaikan “MOU ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi SMK sebagai lembaga pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. “Kerja sama ini memberi jalan bagi siswa kami untuk memperoleh peluang kerja yang lebih luas, namun tetap terlindungi secara hukum dan sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BP3MI Sumatera Barat menegaskan bahwa sinergi dengan SMK–SMK menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah mewujudkan pekerja migran Indonesia yang profesional, terlindungi, dan berdaya saing tinggi. “Kami berharap SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie dapat menjadi rujukan dan percontohan dalam implementasi program peningkatan kualitas tenaga kerja di wilayah Pasaman Barat dan sekitarnya,” katanyaMenambahkan(Rajo)

Related Articles

Back to top button