DaerahPasaman BaratPendidikanTerkini

Setelah 9 Tahun Mengabdi, Guru SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie Kembali ke Kampung Halaman di Papua

Pasaman Barat,wMpendidikan.cpm– Suasana haru menyelimuti keluarga besar SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie saat melepas salah seorang guru, Sunarti, yang akan kembali ke kampung halamannya di Papua setelah mengabdi selama sembilan tahun di sekolah tersebut.senin(3/08/2027)

Selama bertugas di SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Sunarti dikenal sebagai sosok pendidik yang disiplin, berdedikasi tinggi, serta memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan peserta didik. Berbagai kontribusi telah ia berikan, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam mendukung berbagai program sekolah.

Kepala SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie Dr.Desman,MA menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian Sunarti. Menurutnya, sembilan tahun merupakan perjalanan panjang yang telah diisi dengan kerja keras, ketulusan, dan semangat dalam mencerdaskan generasi muda.

“Atas nama keluarga besar SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Ibu Sunarti selama sembilan tahun. Semoga ilmu dan pengalaman yang telah diberikan menjadi amal kebaikan, serta sukses mengemban tugas di tempat yang baru,” ujarnya.

Dalam kesempatan perpisahan tersebut, rekan-rekan guru dan tenaga kependidikan turut menyampaikan kesan dan pesan. Mereka mengenang Sunarti sebagai pribadi yang ramah, mudah bergaul, dan selalu siap membantu sesama. Kebersamaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun menjadi kenangan yang tidak mudah dilupakan.

Sementara itu, Sunarti mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan kariernya sebagai pendidik. Ia mengaku banyak memperoleh pengalaman berharga selama bertugas di Pasaman Barat.

“Saya merasa bangga pernah menjadi bagian dari SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie. Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan kekeluargaan yang telah diberikan selama ini. Semoga sekolah ini terus berkembang dan melahirkan lulusan yang unggul,” ungkapnya.

Perpisahan tersebut menjadi momen penuh haru sekaligus doa bersama agar Sunarti senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam melanjutkan pengabdiannya di kampung halaman, Papua. Meski berpisah secara fisik, tali silaturahmi dan persaudaraan yang telah terjalin selama sembilan tahun diharapkan tetap terjaga(Sandra)

Related Articles

Back to top button