DaerahPasaman BaratPendidikanTerkini

SMAN 1 Luhak Nan Duo Angkat Budaya Lokal Lintas Generasi Lewat Perpisahan Kelas XII

Sariak. Pasaman Barat, wahanamediapendidikan.com—– SMA Negeri 1 Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, menggelar acara perpisahan (pelepasan) siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026 dengan nuansa budaya lokal yang kental. Kegiatan berlangsung di halaman sekolah, dihadiri oleh Kepala Sekolah, guru, siswa kelas XII, perwakilan orang tua, serta tokoh masyarakat setempat.

Menampilkan kearifan lokal di tengah suasana perpisahan Perpisahan kelas XII kali ini tidak hanya berisi rangkaian sambutan dan pemberian piagam, tetapi juga dikemas sebagai sarana pelestarian budaya lokal. Dalam acara tersebut, siswa tampil mempersembahkan berbagai kesenian tradisional, seperti tari tradisional Minangkabau, musik tradisional. Melalui penampilan ini, sekolah berharap nilai‑nilai budaya, sopan santun, dan rasa bangga terhadap akar lokal dapat mendarah daging pada generasi muda.

Peran SMAN 1 Luhak Nan Duo dalam pelestarian budaya, Kepala SMA Negeri 1 Luhak Nan Duo Safrudin,S.P.d menyampaikan, perpisahan kelas XII dirancang untuk menjadi momentum refleksi dan pelepasan emosional yang sekaligus mendidik. “Di samping melepas siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kami juga ingin memperkenalkan dan menguatkan jati diri budaya mereka sebagai generasi penerus Minangkabau,” ujarnya.

Sekolah juga menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan komunitas lokal. “Kami mengajak tokoh adat, seniman, dan orang tua untuk ikut menjaga agar budaya bukan sekadar hiasan acara, tetapi menjadi bagian dari karakter dan cara hidup siswa sehari‑hari,” tambah Kepala Sekolah.

Pesan untuk generasi muda Dalam sambutannya, perwakilan kelas XII menyampaikan rasa syukur atas pendidikan yang diperoleh dan menegaskan komitmen untuk tetap menghormati tradisi dan menjaga nilai‑nilai luhur masyarakat Minangkabau, meskipun nanti melanjutkan pendidikan di kota besar atau luar daerah. “Budaya bukan beban, tapi modal. Kita bisa menjadi modern tanpa meninggalkan jati diri,” kata salah satu perwakilan siswa.

Related Articles

Back to top button